Seperangkat alat penambal ban menjadi barang wajib yang kudu dibawa jika rutin bersepeda ke kantor. Bisa saja menyerahkan ke tukang tambal ban di pinggir jalan, namun terkadang mereka enggan melakukan hal itu. Banyak alasan, namun yang sering adalah kebanyakan mereka sudah menggunakan sistem bakar. Nah, karena ban dalam sepeda tak seperti ban dalam motor, jika terlalu panas bisa menggembung atau malah meleleh.

Kalau kita membeli peralatan menambal ban dalam, umumnya sudah lengkap. Pencungkil, amplas, lem, dan tambalannya (cold patch). Yang sering menjadi masalah, pencungkilnya rentan patah karena terbuat dari plastik. Ada sih yang menjual pencungkil dari besi. Namun terpisah.

Bagaimana jika sedang mencungkil ban luar ternyata pencungkilnya patah? Saya pernah mengalami hal ini dan sempat kebingungan. Beruntung setelah melihat sekeliling ada warteg. Setelah menjelaskan masalah, saya dengan sedkit memaksa minta pinjam sendok dan garpu. Sambil pesan, cari yang ujung sendok garpu tebal. Soalnya, jika yang buatan akhir-akhir ini sendok garpu di warteg terbuat dari seng kayaknya.

Begitulah, dengan bantuan sendok garpu tadi proses menambal ban dalam sepeda saya terselesaikan.

Generik

Always curious about bike and the philosophy of cycling.

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments