Fit

Disuruh Upacara Sebelum Dilepas Dari Tapaktuan

Etape ke-6 Tapaktuan – Subulussalam sejauh 155 dilepas oleh Bupati dengan kejadian yang menggelikan. Oleh protokoler peserta disuruh baris berbaris sebelum bersiap-siap di sepeda masing-masing. Peserta dipaksa ikut upacara sebelum pelepasan menjalani etape keenam Jelajah Sepeda Sabang Padang.

Sekitar 10 km setelah titik start jalan yang dilalui mulai menanjak melintasi perbukitan. Meski menanjak, namun peserta tidak merasa bosan karena disuguhi pemandangan laut yang menggoda. Teluk-teluk berpasir putih dengan ombak bergulung-gulung membangkitkan minat orang untuk mampir sekadar jalan-jalan di pantainya. Sayangnya tim jelajah sepeda hanya bisa memandang dari jauh tanpa bisa bermain-main di atas pasir putih yang hangat itu.

Mendung mulai menyingkir ketika rombongan mulai menyusuri pinggir pantai. Sebelumnya para peserta jelajah istirahat di Pantai Cemara Air kuning. Sempat melintasi jalan alternatif yang rusak sehingga beberapa peserta mencoba melintas di pinggir pantai.

Jalan lurus dengan pantai di sisi kanan dan hutan yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di sisi kiri menemani tim jelajah sepeda menuju titik makan siang. Beberapa monyet terlihat melintasi jalanan. Bahkan ada yang tertabrak kendaraan bermotor.

Sesi foto di belakang hotel Tapaktuan

Nun jauh di sana, di pucuk-pucuk pohon terdengar suara kicauan burung. Panas mulai menyergap namun pemandangan yang indah dan panorama pegunungan Bukit Barisan meluruhkan panas itu.

Makan siang di km 60 diwarnai dengan mendung menggayut. Hujan sepertinya akan turun. Sajian ikan laut bakar dan ayam goreng langsung tandas. Berpindah ke perut peserta jelajah.

Rintik hujan kembali mengiringi perjalanan tim jelajah. Jalan masih datar sebelum akhirnya dihajar tanjakan yang berpuncak di wilayah Trumon. Peseta jelajah sempat terkesima dengan fatamorgana tanjakan. Pada sebuah turunan tajam, di depan sana terlihat jalanan lurus menanjak. Namun ketika sudah di bawah ternyata jalannya datar.

Namun jalan datar itu menjadi semacam jeda sebelum akhirnya menemui rolling bertubi-tubi mendekati perbatasan Tapaktuan – Subulussalam. Regrouping dilakukan dengan jarak relatif dekat. Rolling di tengah perkebunan sawit ini mengingatkan pada jalur Cikijang menuju Sukabumi atau Gunung Kencana di jalur Rangkasbitung – Sawarna. Ada sekitar tiga bukit yang menyimpan banyak rolling harus dilalui sebelum masuk Subulussalam di rembang petang.

Nite ride etape 6

Iring-iringan peserta jelajah ternyata mendapat sambutan hangat di pinggir Subulussalam. Banyak anak-anak yang berlarian keluar rumah dan berjejer di pinggir jalan sambil melambaikan tangan. Beberapa orang bahkan mencoba memotret dengan kamera ponsel meski hari sudah gelap.

Masuk kota Subulussalam sambutan tetap meriah. Rasa lelah seperti musnah. Masuk ke penginapan sekitar pukul 20.00. Selesai sudah etape 6 Jelajah Sepeda Sabang Padang sejauh 155 km.

About Author

Work hard, bike harder. By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

Komentar Kamu