Fit

Compact atau Standard Crank?

pedalku.com – Salah satu hal yang patut dipikirkan saat membangun sepeda jalan raya adalah memilih crank. Di pasaran ada tiga crank yang tersedia: standard, compact, dan triple. Yang terakhir ini sudah jarang ditemui di sepeda-sepeda kelas atas. Jadi tinggal dua pilihannya, standard crank atau compact crank.

Perbedaan antara standard dan compact terletak pada jumlah gigi yang mengelilingi sebuah piringan. Pada compact crank, biasanya jumlah gigi crank besar 50 dan crank kecil 34. Namun ada juga kombinasi tak umum seperti 50/36, 52/36, dan 48/34. PCD yang digunakan ukuran 110 mm dan 113 mm. Sedangkan standard crank menggunakan PCD 130 mm dan 135 mm. Kombinasi yang umum untuk standard ini adalah 53 atau 52 untuk crank luar dan 38 atau 39 untuk crank dalam.

Jika cassete yang dipilih 10 speed 12/25 (12/13/14/15/16/17/19/21/23/25), maka compact crank akan memberikan rasio gir yang terendah adalah 13 persen lebih rendah daripada standard crank. Begitu juga dengan rasio gir atas lebih rendah 6 persen. Jika kita melakukan kayuhan dengan putaran 100 rpm, compact crank dengan 34 gigi akan memberikan gir bawah kecepatan 17,3 km/jam. Sementara itu jika menggunakan crank dalam 39 gigi pada standard crank akan memberikan kecepatan 19,8 km/jam.

Pada gigi atas, standard crank dengan kombinasi 53 x 12 memberikan kecepatan 56,1 km/jam. Bandingkan dengan kombinasi gir atas pada compact crank, 50 x 12 dengan kayuhan sama, dihasilkan kecepatan 52,9 km/jam. Jika pengguna compact crank ingin meningkatkan kecepatan bisa menggunakan cog 11. Kombinasi 50 x 11 akan memberikan kecepatan 57,7 km/jam pada putaran kayuhan 100 rpm.

Pada saat menanjak, dengan standard crank pada kombinasi 39 x 25 pedalis saat berjuang mengayuh dengan putaran kayuhan 75 rpm akan mendapati laju sepeda di 14,9 km/jam. Dengan compact crank pada 34 x 25 kecepatan itu didapat dengan putaran 86 rpm. Jadi masih terasa enteng. Bahkan pedalis bisa mengubahnya menjadi 34 x 23 dengan laju 14,1 km/jam. Tak jauh berbeda, namun masih punya satu “kartu truf” jika tanjakan semakin miring.

Mana yang bagus? Standard atau compact? Semua berpulang kepada pedalis.

 

Disadur dari blognya Steve Hogg. Foto dari  campyonlyguy.blogspot.com

About Author

Menghidupi setiap gerak dan mensyukuri setiap jejak.

1 Comment

Komentar Kamu