Fit

Tak Semua Orang Cocok Dengan Sadel Kulit

pedalku.com – Belakangan ini beberapa pedalis begitu demen dengan sadel kulit merek Brooks. Barang ini menjadi sedikit langka di beberapa outlet Rodalink. Sebelumnya memang tidak banyak yang dipajang.

Permintaan tinggi akan sadel Brooks bisa jadi seiring dengan maraknya pedalis berturing. Bersepeda jarak jauh memang memerlukan kenyamanan dalam hal tempat duduk.

Penggunaan sadel kulit sebenarnya sudah lama. Situs Sheldon Brown menyebutkan sejak 1880. Kemudian di akhir 1970-an, barulah sadel plastik menggesernya. Ada beberapa alasan mengapa sadel plastik kemudian diminati. Bobotnya enteng, tahan air, tak perlu breaking in (sadel “membentuk” pantat kita), dan murah! Sementara kelebihan sadel kulit ya soal kenyamanan tadi, meski butuh beberapa waktu.

Pedalis masa kini kebanyakan hidup ketika era sadel kulit berlalu. Terlebih sadel kulit sekarang ini bahannya sangat keras dan rigid sehingga butuh beberapa ratus kilometer agar “break in”. Kemudian juga memerlukan perawatan berlebih dibandingkan sadel plastik. Jika perawatan kurang sadel akan “bunuh diri”. Alias gampang rusak.

Namun, seiring maraknya turing, orang rela “tersiksa” beberapa bulan demi memperoleh kenyamanan sebuah sadel kulit. Seperti sepasang sepatu atau sarung tangan baseball, sadel kulit melunak seiring penggunaan dan mencetak pantat penunggangnya.

Tidak seperti sadel plastik yang dilapisi busa, sadel kulit sangat bagus dipakai di cuaca panas. Soalnya tidak ada busa yang mengisolasi panas, selain sadel kulit bisa “bernafas”. Alhasil, sadel kulit lebih adem dan keringat dapat menguap dari kulit sehingga tidak menimbulkan gesekan

Namun, meski memiliki nilai kenyamanan tinggi, tak setiap orang cocok menggunakan sadel kulit. Mereka yang suka balapan di jalan raya, yang mementingkan berat bagian-bagian sepeda, tentu memerlukan sadel plastik dari pada kulit. Begitu juga dengan pedalis yang tak rajin merawat aksesori sepeda, atau tidak pernah menggunakan fender meski sedang menerabas hujan, alangkah bagusnya jika tidak menggunakan sadel kulit.

Nah, tipe yang mana pedalis?

About Author

Menghidupi setiap gerak dan mensyukuri setiap jejak.

Komentar Kamu