Fit

Jakarta Ultra 100 Kembali Menantang Nyali!

Tantangan terus ditingkatkan.

Para penggemar olah raga yang awalnya hanya berlari dengan jarak 5 kilometer, menaikannya menjadi 10 kilometer, 21 kilometer (half marathon) hingga kemudian full marathon alias 42,195 kilometer. “I’m not a jogger, I’m a marathoner!” kata mereka yang sudah menyelesaikan lari marathon.

Namun kemudian kebanggan tersebut karena level tantangan terus meningkat. Para pelari yang sudah melakukan maraton pun mencari tantangan baru. Lari ultra kemudian menjadi pilihan mereka. Lari yang jaraknya lebih jauh dari maraton pun kemudian marak. Beberapa waktu lalu Komando Run yang menyediakan kategori ultra 64 kilometer maupun Sleman Ultra yang menyediakan kategori 50 kilometer dan 100 kilometer pun diminati para pelari.

Jakarta Ultra 100 menantang para pelari untuk bergabung tahun ini,” kata Race Director Jakarta Ultra 100 saat soft launching Jakarta Ultra 100, Rabu (18/5) yang dihadiri para pelari dari sejumlah komunitas lari Ibu Kota.

Jakarta Ultra 100 yang tahun ini merupakan kedua kalinya terselenggara dijanjikan akan berlangsung lebih baik, nyaman dan aman bagi pelari. Jakarta Ultra 100 tahun lalu mendapat perhatian dari para penyuka lari karena menghadirkan sesuatu yang baru di antara hajatan-hajatan lari yang selama ini ada.

Menurut Sitor – yang juga pelari ultra–  Jakarta Ultra dimaksudkan sebagai kegiatan rutin yang diadakan di Ibu Kota negara dan diarahkan untuk menjadi salah satu ikon olah raga Indonesia. “Merespon sukses Jakarta Ultra 100 pada tahun lalu, race ekstrem ini kembali digelar dengan penanganan yang lebih terkalkulasi baik dari sisi keamanan selain juga dilakukan penyesuaian rute,” ujar Sitor.

Ajang lomba ini juga dirancang menjadi hajatan semua komunitas lari sehingga mereka bisa hadir dan bertemu bersama di race central untuk mendukung para peserta. “Saat ini banyak pelari ultra bermunculan, dan mereka membutuhkan wadah lomba yang digarap serius, maka Jakarta Ultra 100 menjadi salah satu pionernya,” ujar Andre Ismangun, Ketua Steering Committee Jakarta Ultra 100 dari komunitas Run for Indonesia.

Lomba lari ini dijadwalkan pada 12-13 November 2016 dengan Cut of Time (COT) 18 jam. Flag off akan dilakukan pada pukul 18.30 di kawasan Senayan Jakarta yang ditetapkan sebagai race central.

Selain untuk memenuhi keinginan pelari berlari ultra jalan raya (ultra road race) di Jakarta, Jakarta Ultra 100 juga untuk menjadikan kota Jakarta semakin dikenal dunia dan menjadi destinasi wisata olahraga. “Tentu saja sekaligus mempromosikan Jakarta dan juga gaya hidup sehat melalui olahraga lari,” ujar Sitor. Kota Jakarta sendiri memiliki beragam keunikan yang layak mendapat perhatian dunia. Di antaranya sejumlah heritage spot berupa bangunan bersejarah dengan arsitektur bernilai tinggi, monumen-monumen dengan kisah sejarah dan simbolisasinya serta keragaman kultur dan etnis yang berbaur menjadikan kota ini juga dijuluki sebagai the Big Durian, menyetarakan diri dengan the Big Apple New York.

Untuk keamanan dan kenyamanan, tim Jakarta Ultra memperbaiki sejumlah rute yang akan ditempuh para pelari. Dengan mengambil pusat start di FX Jalan Jenderal Sudirman lintasan Jakart Ultra akan mengarah ke empat penjuru Ibu Kota, masing-masing FX-Pondok Indah (Selatan); FX-Jembatan 3 (Barat), FX-Kota Tua (Pusat) serta FX-PGC (Timur).

Mereka yang tertantang Jakarta Ultra 100 bisa mengunjungi situs mereka di www.jakartaultra100.com

 

About Author

Lebih dikenal dengan panggilan Abah USH, Agus Hermawan (++ Follow Me at Instagram - @abah_ush) yang lama menjadi jurnalis Kompas (1989-2019) adalah seorang penggiat luar ruang. Kesukannya mendaki gunung sejak muda, menjadikan olah tubuh sebagai kebutuhannya. Bersepeda dan lari menjadi pilihan kesenangannya mengisi hari. Sejumlah maraton sudah diselesaikannya, termasuk world majors marathon (WMM) Tokyo Marathon, Berlin Marathon dan Chicago Marathon.

Komentar Kamu