Fit

Adu Cepat di FKT “Gede Pangrango Challenge 2020”

Netfit.id, Cianjur – Perkenalkan FKT! Kepanjangan dari “fastest known time”. Sebuah tantangan bagi pelari untuk menjadi yang tercepat di sebuah rute yang telah ditentukan. Saat ini sejumlah pelari trail Indonesia sedang bertarung di FKT Gede Pangrango Challenge 2020 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  

Siapapun boleh ikutan. Syarat FKT sangatlah sederhana: terkenal, tercepat juga tercatat. Siapapun berhak mencoba menjadi yang tercepat selama memenuhi persyaratan seperti membuktikan dengan data gpx, foto-foto di titik-titik tertentu yang telah ditentukan hingga terangkum aktivitas tersebut ke dalam leaderboard Strava yang telah ditentukan. Khusus pelari Indonesia, ada apresiasi yang mencapai total Rp 30 juta!

“Kami ingin memperkenalkan budaya FKT di Indonesia. Karena di luar negeri sudah menjadi kegiatan yang ramai dilakukan,” sebut Arief Wismoyono yang saat ini memegang catatan sebagai pelari tercepat di rute FKT Gunung Gede Pangrango dengan waktu 4 jam 36 menit saat melakukannya pada tanggal 18 November lalu. 

Anda bisa bayangkan, melakukan pendakian dari Cibodas menuju puncak Gunung Pangrango yang dilanjutkan dengan puncak Gunung Gede saja, para pendaki biasa memakan waktu lebih dari 8 jam.

Ruth Theresia, hari Selasa (24/11) lalu cukup melakukannya sekitar 4 jam saja. Pelari yang menjadi juara Asia Trail Master 2018 ini menjadi pemilik FKT Gunung Gede Pangrango kategori wanita setelah menuntaskan rute dengan waktu 5 jam 25 menit. “FKT GP25 sub 5.30 jam memang sulit tapi kata siapa tidak mungkin. Dengan segala kerja keras selama latihan, perencanaan yang matang, dan team support yang solid pasti bisa dicapai. Pandemi memang memangkas semua race yang sudah direncanakan, tapi tidak mematahkan semangat saya untuk tetap latihan,” kata Ruth.

FKT Seluruh Dunia

Karena FKT ini bersifat personal, terutama yang memilih un-supported atau self-supported, pelari harus memahami segala macam risiko yang akan dihadapi selama menjalani rute FKT. “Untuk Indonesia saat ini, FKT tipe supported lebih dikedepankan mengingat kegiatan ini masih baru. Keselamatan tetap menjadi hal utama,” tegas Mahdi Manshuri selaku koordinator FKT Gede Pangrango Challenge 2020.

Kebetulan sudah ada sebuah laman yang merangkum semua data FKT di seluruh penjuru dunia, www.fastestknowntime.com. Dalam panduan disebutkan, rute yang dijadikan tantangan harus ditentukan terlebih dahulu. Tentu saja kita harus mendaftarkannya di laman tersebut.

Indonesia sendiri sudah mendaftarkan satu rute yakni rute pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Rute yang sudah sangat terkenal menjadi jalur pendakian juga jalur lari trail yang berjarak sekitar 25km dengan total elevasi 2500m ini dimulai dari area di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menuju pintu pendakian Cibodas.

Rute ini terus menanjak hingga melewati persimpangan Kandang Badak (2400mdpl) hingga mencapai puncak Gunung Pangrango (3019mdpl). Menyempurnakan rute di area Pangrango hingga turun sedikit ke lembah Mandalawangi. Selanjutnya rute kembali ke puncak Gunung Pangrango dan turun kembali ke Kandang Badak yang dilanjutkan dengan tanjakan menuju puncak Gunung Gede (2958mdpl).

Foto: Fajar Dwi Aryanto

Rute selanjutnya menuruni tatakan bebatuan menuju lembah Suryakencana (2700 mdpl) hingga signage persimpangan menuju Gunung Putri atau Selabintana. Di titik ini, rute kembali ke Puncak Gunung Gede yang dilanjutkan dengan turunan panjang kembali menuju ke Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas.

Ada beberapa tipe FKT yakni un-supported, self-supported serta supported. Sesuai namanya, un-supported berarti pelari melakukannya sendiri tanpa bantuan atau interaksi dengan orang lain termasuk bantuan berupa minuman sekalipun. Pelari harus membawa air minum sendiri atau mengandalkan bantuan titik-titik air alami seperti sungai atau air pancuran.

Sementara self-supported, pelari masih bisa membeli minuman dari warung. Adapun supported, pelari bisa menyimpan tim khusus di titik-titik tertentu untuk menyuplai logistik selama perjalanan. Bahkan pelari juga bisa menggunakan pacer.

Apakah FKT bisa dilakukan di jalan raya? Dari guidelines yang disebutkan, FKT bisa dilakukan di rute apapun, baik jalan raya maupun trail meski biasanya FKT dilakukan di rute trail. Bahkan di masa depan, bisa saja FKT dilakukan di air, misalnya FKT Selat Sunda. Tentu saja kita terlebih dahulu harus mendaftarkan rute tersebut dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Biasanya, pihak pengelola laman FKT (www.fastestknowntime.com) tersebut akan menerima rute yang sangat familiar dan terkenal.

Informasi mengenai FKT Gede Pangrango Challenge 2020 bisa diikuti dari tautan berikut bit.ly/2UZUaSe.

About Author

Mantan pelari trail ultra. Pengamat dunia lari trail tanah air. Masih terobsesi untuk membantu pelari hobi untuk mendapatkan Boston Qualified.

Komentar Kamu