Fit

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Meminang E-Bike

Netfit.id, Jakarta – Gelombang e-bike makin berkembang besar. Beberapa pabrikan sepeda di Indonesia pun mulai mengeluarkan varian e-bike di luar sepeda biasa. Salah satu yang pernah diulas di Netfit.id adalah artikel Banjir Sepeda Listrik dari United Bike.

Polygon, pabrikan sepeda yang bermarkas di Sidoarjo, Jatim juga punya jagoan e-bike yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Ada dua pilihan e-bike dari Polygon. Path dengan beberapa seri dan Gili Velo.

E-bike sekarang ini model dan geometrinya sudah seperti sepeda biasa. Yang membedakan adalah adanya tambahan fitur-fitur khusus. Nah sebelum memutuskan membeli e-bike, perlu memahami beberapa hal di bawah ini.

1. Layar

Ada fitur wajib di e-bike, yakni layar berisi info tentang level baterai, jangkauan, kecepatan, jarak, jarak perjalanan, dan mode bantuan. Beberapa e-bike kelas atas juga menawarkan fitur tambahan pelacakan kebugaran dan navigasi.

2. Baterai

Biar e-bike berfungsi, maka sebelum dipakai harus di-charge dulu. Ya seperti kita men-charge handphone. Waktu isi ulang tiap e-bike berbeda, Tapi rata-rata di kisaran 3 jam. Ada beberapa tips agar baterai e-bike lebih tahan lama. (Tunggu di artikel berikutnya.)

3. Motor

Motor juga jadi komponen utama e-bike. Motor ini akan bekerja sesuai dengan kebutuhan dan kemauan pengendaranya. Apakah pengendara ingin bantuan minimal apa malah sebaliknya, maksimal. 

4. Penampakan

E-bike bukan sekuter listrik, tetapi sepeda dengan tambahan motor listrik. Jadi penampilan tetap mirip seperti sepeda biasa. 

Sepeda listrik juga memiliki roda, handlebar, dan geometri bodi yang sama dengan sepeda mekanik. Semua elemen mekanis juga berfungsi dengan cara yang sama, termasuk pedal, rem, dan perpindahan gigi. Satu-satunya perbedaan adanya motor, baterai, dan tentu layar untuk mengontrol.

5. Perawatan

Komponen-komponen standar e-bike sama dengan sepeda biasa. Dengan demikian, merawat e-bike hampir sama dengan merawat sepeda biasa. Begitu juga saat servis dan perbaikan. Bila kerusakan di luar kelistrikan (motor, baterai, dan layar), maka e-bike bisa dibawa ke bengkel biasa.

Namun bila kerusakan di kelistrikan, maka perlu bengkel khusus e-bike. Dari beberapa pengalaman pemakai e-bike, kerusakan di sistem kelistrikan masih jarang terjadi.

6. Pengalaman berkendara

Mengendarai e-bike sebenarnya sama seperti mengendarai sepeda biasa. Netfitzen naik dan mulai mengayuh, lalu motor listrik mulai berjalan. Biasanya peralihannya begitu mulus sehingga Netfitzen hampir tidak akan menyadarinya. Sepeda listrik tidak mengubah cara bersepeda, tapi hanya membuat kita punya pilihan, apakah ingin keluar tenaga besar, sedang, apa kecil.  

Kita bisa mengatur besarnya bantuan tenaga yang diberikan motor. Jika kita mengurangi tenaga e-bike, maka kaki harus bekerja lebih banyak. Begitu juga jika ingin santai, setel saja tenaga maksimal.

7. Kecepatan

Dengan e-bike kita bisa melaju cepat tanpa banyak mengeluarkan tenaga. Namun kecepatan ini ada batasnya. Karena pada prinsipnya, e-bike itu bukan untuk memecahkan rekor kecepatan bersepeda, tetapi untuk memudahkan bersepeda.

8. Regulasi

Sampai saat ini e-bike belum ada regulasi. Di luar, hanya batasan umur pengendara e-bike yang ada aturannya, yakni minimal berusia 14 tahun. Selebihnya seperti bersepeda pada umumnya, tanpa SIM, tanpa ada pajak tahunan, dan tetap bisa berkendara di jalur sepeda.

Nah dari delapan poin tersebut, kita bisa menentukan pilihan, apakah akan beralih ke e-bike atau masih setia dengan sepeda biasa. Yang pasti, menurut kami, ada beberapa pertimbangan untuk beralih ke e-bike

  • Pertimbangan pertama, tenaga kita sudah tidak kuat lagi karena tergerus usia atau karena kondisi tertentu, misalnya karena kecelakaan sehingga kaki tidak bisa berfungsi seperti sedia kala.
  • Pertimbangan kedua, kita selalu mengejar waktu.
  • Terakhir, lokasi kita yang full nanjak atau berbukit-bukit.

Jadi, jangan terlena dengan e-bike hingga kaki males mengayuh.

About Author

Suka lari, sepeda, dan kegiatan luar ruang. Aktivitas ini sering dituangkan dalam tulisan, foto, video di sosial media, wesbite atau untuk kebutuhan cetak. Tujuan utamanya, hanya sebagai dokumentasi, agar terekam jejak digitalnya. Syukur-syukur bisa menjadi inspirasi atau malah bisa berbagi keberkahan. Salam Sehat.

Komentar Kamu