Pekanbaru, Netfit.id – Bagi Indonesia, komoditi Sawit itu Sudah lama jadi komoditi andalan yang banyak mendatangkan dwvisa. Maklum, bumi kita tercinta ini menduduki ranking pertama dalam produksi sawit dunia. Selain Indonesia, empat negera urutan berikutnya adalah Malaysia, Thailand, Kolombia, dan lima besar terakhir adalah Nigeria.

Dari data Index Mundi melaporkan pada 2019, produksi sawit Indonesia mencapai 43,5 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 3,61 persen per tahun. Sementara Malaysia yang menduduki negara nomor dua penghasil minyak sawit dunia, pada tahun yang sama hanya memproduksi 19,3 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata sebesar hanya  0,96 persen per tahun. Dari sisi penggunaan lahan hutan pun masih sangat aman, hanya sekitar 16,9 juta hektar lahan hutan yang ditanami kelapa sawit dari sekitar 200 juta hektar hutan luas total hutan di Indonesia. 

Pada bulan Agustus tahun lalu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan, total produksi minyak sawit Indonesia mencapai 4,6 juta ton. Jumlah itu naik 4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 4,4 juta ton. 

Bila kita gabungkan antara data Index Mundi dan GAPKI terlihat jelas angka produksi minyak sawit Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Suatu pencapaian positif di masa pandemi masih merebak.

Data lain juga menunjukkan minyak kelapa sawit merupakan jenis minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk dunia dengan angka 36,3% dari konsumsi minyak nabati dunia. 

Ceruk bisnis yng mengiurkan ini ternyata juga memunculkan suara-usra miring yang menuding negara-negara penghasil sawit, khususnya Indonesia. Salah satunya yang kerap muncul adalah soal kerusakan lingkungan. Kebun sawit ditunding menjadi aktor pembalakan hutan. Padahal seperti ditulis di atas, total kebun sait di Inonesia hanya 16,9 juta hektar dari sekitar 200 juta hektar hutan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam. Selain melakukan diplomasi di luar negeri, pihaknya juga membuat kampenye #sawitbaik# sebagai bentuk “perlawanan” kampanye negatif terhadap sawit yang datang dari luar. “Tahun ini, kampenye #sawitbaik” masih akan terus kami lakukan,” tandas Achmad Maulizal Sutawijaya, Kadiv Perusahaan BPDPKS saat acara IdeaTalk Jumat pekan lalu.

 Acara Ideatalk ini memang didedikasikan untuk Sawit for People Half Marathon Virtual Run yang diselenggarakan oleh BPDPKI dengan mengandeng  Idea Raun sebagai race management. 

Nah kenapa para pelari yang kali ini diajak beranmai-ramai untuk mengkampanyekan #sawitbaik? Ada beberapa alasan yang diungkapkan Achmad. Selain sama-sama peduli pada kesehatan, menurut Achmad, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kita tak bisa lepas dari peran sawit.

 Seperti diketahui, bukan hanya mintyak goreng yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit, tetapi juga banyak produk turunanannya, mulai dari sabun, sampho, margarin, cokelat, bio disel dll. “Sebagian dari produk-produk di atas menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasar maupun pendukungnya,”  

Sawit for People Half Marathon Virtual Run ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat umum, terutama dari kawasan Provinsi Riau, serta kalangan intern BPDPKS dan Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau, untuk tetap aktif dan terus berolahraga agar imunitas tetap terjaga. Ini selaras dengan program pemerintah yang terus menggaungkan program “Indonesia Sehat”  

Foto: Astopa/Dok.IdeaRun

Mengingat masih dalam masa pandemi, lomba lari yang menawarkan dua kategori Half Maraton  dan 10K ini dilakukan secara hibrid, yakni virtual run dan in person event/offline dengan peserta yang terbatas serta prioritas dari Pekanbaru dan sekitarnya. Para peserta dipilih lewat ballot dari peserta yang telah terdaftar pada jalur virtual run. 

Ada 500 peserta virtual yang mendaftar. Pihak IdeaRun yang dipercaya menjadi race management  Sawit for People Half Marathon Virtual Run mencatat, saat dibuka pendaftaran, 500 slot tersebut tandas dalam waktu tak lebih dari 5 menit. Padahal panitia awalnya memberi waktu registrasi mulai 24 Desember 2021 sampai 6 Januari 2022. Sementara waktu submit hasil lari panitia menetapkan  waktu mulai 25 Desember 2021 hingga 10 Januari 2022. Kategori virtual run adalah 21K dan 10K,.

Dari data yang ada, in person event adalah 5K. Peserta virtual run dengan domisili dari Provinsi Riau berjumlah 253 orang, selebihnya menyebar domisili dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk juga dari Kalimantan, Sulawesi, dan Jayapura.  

Adapun in person event digelar dengan 50 peserta yang diikuti pelari terdaftar dari berbagai komunitas di Riau. Titik start dan finish  adalah di Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau. Rute lari menyusuri jalur sekitar venue dengan jarak 5K. 

“Kami ingin sekali melakukan sosialisasi sawit dengan mengundang lebih banyak peserta, namun tentu harus mempertimbangkan situasi saat ini,” ujar Sidik Haryadi SH, Plt Kepala Divisi Umum dan Sumberdaya Manusia, Ditjen Perbendaharaan.

Demikian juga Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Riau sekaligus Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov Riau, Ismed Saputra, siap mendukung jalannya kegiatan serupa apabila kondisi sudah memungkinkan. “Insha Allah, kami siap sedia demi semangat sehat bagi kita semua.” 

Demi mendukung protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran covid-19, seluruh peserta, panitia dan pihak yang terlibat wajib telah mendapat vaksin anti covid-19 dosis lengkap.

Terhadap seluruh peserta dan hadirin akan dilakukan pengecekan suhu saat tiba di lokasi. Semua diwajibkan memakai masker sesuai standar. Khusus pelari diizinkan membuka maskernya hingga 100m sesudah start dan mengenakannya kembali saat tiba di garis finish.

Para pelari dan pejabat seremoni hanya berdiri pada grid yang telah disediakan untuk menghindari adanya kerumunan. “Petugas kami akan melakukan monitor ketat terhadap semua yang berada di lokasi untuk mematuhi protokol kesehatan ini demi kepentingan bersama,” ujar Safrita Aryana, Race Director dari IdeaRun. 

Dan, tentu Runners mendamba acara lebih seru lagi tahun depan. Mudah-mudahan Sawit for People Half Marathon Virtual Run kedua bisa terlaksana dalam jumlah peserta in person event lebih banyak lagi. 

Cak KRIS

Suka lari, sepeda, dan kegiatan luar ruang. Aktivitas ini sering dituangkan dalam tulisan, foto, video di sosial media, wesbite atau untuk kebutuhan cetak. Tujuan utamanya, hanya sebagai dokumentasi, agar terekam jejak digitalnya. Syukur-syukur bisa menjadi inspirasi atau malah bisa berbagi keberkahan. Salam Sehat.

View all posts

Add comment

Komentar Kamu