Netfit.id – Lomba lari jalan raya yang dihelat TV One Minggu 28 Mei 2023 kemarin kembali memanaskan aspal Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan yang sebelum pandemi kondang ngetop dengan gelaran lari 10K dari produk susu. Dulu ribuan pelari membanjiri kawasan ini untuk merasakan aura lomba lari bersama pelari-pelari elite nasional.

Selama pandemi lomba lari offline tidak digelar. Jalan Rasuna Said pun sepi dan lebih banyak digunakan pesepeda melintas menuju kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Di salah satu sisi jalan layang di ujung jalan ini kemudian banyak fotografer “dadakan” yang mangkal mengabadikan para pesepeda berjuang merayapi gundukan jalan yang melintasi Kali Ciliwung dan rel kereta api ini.

Ketika pandemi berlalu, geliat lomba lari pun mulai memburu. Terlebih saat kalender mulai melewati pertengahan tahun, berbagai lomba kelas nasional dan internasional pun siap-siap digelar. Kawasan Kuningan mulai diserbu para pelari lagi. Kali ini TV One yang bermarkas di kawasan ini menjadi pemicunya.

Berlabelkan “One Run 10K”, lomba lari yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini terbagi dalam dua kategori: 10 K dan 5K. Untuk rute 10 K begitu keluar dari kawasan Rasuna Epicentrum dan berbelok kiri masuk ke Jalan Rasuna Said, putar balik di depan Kantor Kemenkes dan menyusuri arah ke jalan layang Kuningan. Turun dari jalan layang belok kiri memutar balik ke Jalan Latuharhary menuju Masjid Sunda Kelapa dan masuk kembali ke jalan layang Kuningan sebelum akhirnya menyusuri Jalan Rasuna Said kembali dan belok kanan kembali ke titik start.

Untuk yang 5K setelah berputar di depan Kantor Kemenkes, kemudian memutar balik lagi di depan RS Mayapada Kuningan untuk kembali masuk race village. Jadi tidak sampai ke jalan layang Kuningan.

Bagi pemburu podium, One Run 10K cukup memanjakan mereka. Soalnya podium per kasta (Open, Master 40-44, Master 45+, dan pelajar) sampai podium kelima.

Yang menjadi tantangan, Jalan Rasuna Said baru saja selesai “diobrak-abrik” karena menjadi bagian dari Jalur LRT Cibubur – Dukuh Atas. Selain pembangunan LRT ini, beberapa halte Bus Transjakarta juga mengalami revitalisasi. Alhasil beberapa jalan belum mulus dan akibat hujan semalam sebelum lomba, ada beberapa genangan air di lintasan. Jalur Bus Transjakarta memang mulus dibeton, tapi lintasan lari tak selamanya lewat jalur itu. Nah, di lajur non-Transjakarta ini beberapa aspalnya baru saja ditambal. Konturnya menjadi tidak rata di beberapa bagian yang beraspal tambalan. Beruntung lomba dimulai pukul 06.00 sehingga hari sudah terang tanah.

Beruntung, marka lomba jelas dan marshal bertebaran di sepanjang lintasan lomba. Dengan sigap mereka mengarahkan peserta ke jalur yang sudah ditentukan dari awal.

Netfit yang ikut di kategori 10K merasakan kesigapan marshal dan petugas ketika lintasan harus berpindah. Meski beberapa kendaraan mengklakson, tapi tidak sampai terjadi penerobosan kendaraan roda empat. Sempat terlihat pengendara motor masuk lintasan yang langsung dihalau oleh salah seorang peserta.

“Tertib. Tanda-tanda lengkap. Marshall banyak, jadi gak ada yang kesasar,” komentar seorang peserta berusia 60-an tahun yang ikut di kategori 10K.

Peserta lain menimpali soal WS yang oke. Jempol juga diacungkan untuk jersey lomba yang dipakainya. Apalagi ketika menerima medali. Rutenya cukup menantang dengan adanya tanjakan layang Kuningan. “Tidak ekstrem tapi cukup untuk senam jantung. Apalagi sudah di lebih separo rute,” katanya.

Soal sterilisasi jalanan memang tidak bisa diharapkan untuk bebas hambatan. Sedikit gangguan seperti orang menyeberang atau kendaraan roda dua memotong lalulintas masih dalam batas toleransi.

“Room for improvement, tempat penyerahan medali, jauh dari garis finish dan agak kacau karena peserta yang sudah menerima medali bisa kembali ke jalur ini. Banner atau spanduk kurang menyolok untuk foto-foto. Sama musik penyemangat (calung) bisa ditambah,” komentar Bapak-bapak tadi.

Sebagai pemula lomba, beberapa peserta terkesan dengan lomba lari di kawasan Jalan Rasuna Said ini. Mereka berharap bisa ikut lagi di tahun depan. “Syukur kalau bisa (diselenggarakan) bulan depan,” seloroh seorang peserta.

Bagaimana TV One?

GuSSur

Menghidupi setiap gerak dan mensyukuri setiap jejak.

View all posts

1 comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments