Fit

Trek Talagabodas Garut: Deja Vu Kawah Putih

pedalku.com – Garut diberi karunia bentang alam yang sangat indah. Ada yang menyebut Swiss van Java. Tak hanya untuk plesir memanjakan tubuh dan pikiran, Garut pun bisa memuaskan adrenalin pedalis. Ya, di Garut dengan mudah pedalis menemukan trek menarik untuk ditrabas ban sepeda pedalis.

Setidaknya ada 20 Trek Bagus di Garut. Salah satu trek yang wajib dicoba adalah Trek Talagabodas yang berada di kawasan Gunung Talagabodas Garut.

Gunung Talagabodas adalah sebuah gunung berapi non-aktif yang sebenarnya terletak di Kabupaten Tasikmalaya. Gunung tersebut terletak lebih kurang 28 km dari Kota Garut, dengan ketinggian mencapai 2.201 mdpl.  Adapun ketinggian danau/kawahnya adalah 1.740 mdpl. Bagi mereka yang sudah berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey, Bandung Selatan, bila melihat danau di Gunung Talagabodas dipastikan akan merasa seperti de javu. Serupa tapi tak sama.  Hanya, danau di Talagabodas lebih luas.

Dari Kota Garus pedalis dapat menggowes menuju Kecamatan Wanaraja sekitar 13 km. Jika diburu waktu loading pakai truk atau pikap saja. Jika dari arah Bandung, dari Jalan Cagak Nagreg langsung menuju Kecamatan Limbangan.  Sekitar 2 km dari Pasar Kecamatan Limbangan, akan bertemu dengan pertigaan yang dinamakan Sasak Beusi.  Di sana ada petunjuk menuju ke arah Cibatu (Garut).  Dari Sasak Beusi ke pasar Kecamatan Cibatu kurang lebih 8 km. Terus lurus terus melewati rel kereta api jalur selatan menuju Kecamatan Wanaraja sejauh 8 km.

Dari Alun-alun Wanaraja, Gunung Talagabodas berjarak 13 km.  Untuk para pecinta uphill  jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 1,5-2,5 jam. Namun untuk para pecinta KONA (komunitas ogah nanjak) bisa langsung di-loading sampai kawah Talagabodas sekitar 0,5 jam. Kondisi jalannya relatif bagus dan hanya rusak justru di empat kilometer awal dari Alun-alun Wanaraja.  Selanjutnya, jalan relatif rata bahkan hotmix sejauh 4 km setelah SD Sindang Ratu.

Lokasi wisata yang bisa dikunjungi sebenarnya tidak hanya kawah, tetapi juga ada sumber mata air panas di tiga lokasi. Khusus untuk lokasi mata air Pancuran Tujuh hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sepeda diparkir sekitar 1 km dari lokasi.  Selanjutnya berjalan kaki menembus kerimbunan hutan. Di Pancuran Tujuh, pedalis bisa mandi dengan air belerang panas di tujuh sumber mata air. Sedikit berbau mistis dan takhayul, jangan kaget melihat aneka pakaian dalam bertengger di tangkai-tangkai pohon di sekitar lokasi. Di sini sarana dan prasarana cukup lengkap. Warung kecil dengan mushola yang cukup besar dan bersih telah tersedia.

Bagi penggemar cross country, setelah ber-narsis ria di danau/kawah Talagabodas bisa langsung ngebut di turunan ke tengah hutan belantara Gunung Talagabodas.  Harap hati-hati karena ada beberapa jalan tikus yang cukup merepotkan bila salah jalan. Treknya relatif ringan, dengan sedikit ekstrem di beberapa bagian (dirusak motocross, jalur “dicangkul” plus jalan air).  Namun, dengan sedikit teknik dan skill, pedalis bisa menggowes di jalur ini. Dengan catatan, bila ragu-ragu lebih baik TTB.  Hutan tropisnya relatif masih virgin. Besarnya pohon yang berusia puluhan – atau mungkin ratusan tahun – menciptakan kanopi yang sangat rapat.  Alhasil, sinar Matahari pun hanya sedikit yang bisa menembusnya.

Setelah menempuh jalur di tengah hutan sejauh 4 km, jalur berganti dengan turunan aspal sejauh 1 km. Kemudian tembus ke hutan pinus dan perkebunan kentang, trek tunggal tanah sejauh 3 km. Selanjutnya, tanjakan pendek tapi curam dan tembus ke kebun palawija di bukit Gunung Sadahurip.  Jalur masih berupa single track tanah, turunan dengan sedikit tanjakan. Silih berganti di tengah kebun kentang, jagung, cabe rawit dan tomat. Untuk rehat dan narsis bisa dilakukan di kaki Gunung Sadahurip (yang pernah dihebohkan ada piramid berumur lebih tua dari piramid di Mesir) atau di atas Bukit Batu Rahong yang berupa susunan batu granit yang sangat menggoda.  Suasana pemandangan amat sangat indah, sejuk, dan asri.  Sejauh mata memandang adalah birunya langit (kalau enggak mendung ya hehe … ) serta bukit dan lembah yang hijau.  Bila mempunyai waktu cukup, daki saja Puncak Gunung Sadahurip. Dari puncaknya pedalis bisa melihat kota Garut, Tanjakan Nagreg, Situ Bagendit, dan Situ Cangkuang.

Perjalanan bisa digowes lanjut dengan kondisi jalan turunan makadam.  Lanjut single track tanah ke hutan bambu, turunan tajam.  Melewati jembatan bambu dengan jurang yang cukup dalam.  Selanjutnya …. TTB sejauh 100 meter, dan lanjut turunan sempit. Di kanan tebing, di kiri jurang 2-3 meteran. Tembus lagi ke hutan bambu, tentunya  dengan pemandangan yang tetap cantik. Offroad berakhir di SD Cicapar.  Langsung turunan beton sejauh 2 km, dan jalan makadam jahanam sejauh 1 km. Disambung turunan beton lagi sejauh 2 km campur aspal rusak.  Finish di Pasar Kecamatan Sukawening lebih kurang 17 km dari Kota Garut.  Dari sini terserah pedalis. Mau loading atau lanjut gowes ke Kota Garut.  Total turunan offroad dari Kawah Talagabodas sampai Pasar Sukawening sekitar 13 km.

Untuk loading, pedalis bisa menyewa pikap L-300 dari Garut. Tergantung kepintaran menawar, tarifnya berkisar Rp250 ribusampai Rp300 ribu.

Berminat? Mumpung libur panjang nih …. (Sumber: Komunitas MTB Garut)

About Author

Menghidupi setiap gerak dan mensyukuri setiap jejak.

Komentar Kamu