Pedalku.com – Lima belas jam berlayar di Teluk Tomini dari Pelabuhan Bumbulan Indah menuju Pelabuhan Ampana, tentu membosankan. Apalagi bila terbiasa menggowes sepeda seperti peserta jelajah sepeda. Untuk mengurangi kebosanan, berbagai aktivitas dilakukan peserta. Dari menjemur pakaian di geladak kapal, tidur atau tidur-tiduran, menyibukkan diri dengan handphonenya maupun melihat-lihat seputar kapal Cengkih Afo.

Di salah satu sisi kapal, tergantung sebuah lonceng. Dibalik lonceng itu ternyata tersimpan suatu cerita misteri. Sang sopir kapal pun memulai ceritanya.

“Awalnya lonceng itu digunakan sebagai penanda pergantian petugas,” kata sang sopir memulai cerita. “Namun lama-lama lonceng itu juga dibunyikan setiap jam. Digunakan sebagai penanda waktu.”

“Belakangan, lonceng itu hanya dibunyikan sampai jam 8 saja. Tidak dibunyikan sampai jam 12,” tambah sang sopir membuat penasaran.

Apa yang terjadi bila lonceng itu dibunyikan hingga jam 12?

“Karena kalau dibunyikan sampai jam 12 ….. cewek-cewek pada tidur …… hahahaha, ” ujar sang sopir sambil tertawa. Bila pedalis penasaran dan tidak percaya dengan cerita sang sopir kapal Cengkih Afo, silahkan pedalis googling saja. 🙂

Jozlyn

Work hard, bike harder.

By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments