Jatinangor, Netfit – Tanjakan Galau, para pendaki menyebutnya. Akan tetapi tanjakan hanya sepanjang 1,46 kilometer tetapi dengan kemiringan 40,9 persen itu terkenal sebagai Tanjakan Barubeureum. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit hingga satu jam bagi para pendaki untuk menuntaskan tanjakan dengan ketinggian 597 meter agar sampai Puncak Bayangan, yang selanjutnya menuju Puncak Utama Gunung Manglayang setinggi 1.818 mdpl. Tanjakan ini menjadi salah satu lokasi mengesankan bagi para peserta Unpad Manglayang Trail Running (Unpad MTR) 2022 yang berlangsung Minggu, 4 September 2022 lalu.

Tanjakan ini berjarak sekitar 9 km dari start di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor. Wajah-wajah perjuangan terlihat saat mereka menanjak. Treking pole memang membantu. Akan tetapi banyak peserta yang lebih memilih banyak berhenti untuk menyelesaikannya. Sesekali mereka meliat ke atas, ke sisa tanjakan yang masih setia menanti.

“Masih jauh, enggak?” tanya beberapa peserta. Bertanya atau putus asa?

Merangkak pun dilakoni. (Dok Netfit.id)

“Rasanya muka ketemu lutut deh,” kata Alfan, peserta dari MIRC Jakarta. ” Naik dan turun merayap kayak laba-laba.  Kirain rutenya bakal semudah seperti event lain, ternyata lebih indah dari yang dikira,” tambahnya.

Unpad MTR yang berlangsung untuk keempat kalinya mendapat apresiasi baik dari para peserta.  Sebanyak 600 peserta memeriahkan Unpad MTR tahun 2022 ini. Setelah pada tahun lalu digelar secara hybrid dengan 150 pelari in person dan 500 peserta di jalur virtual run, maka tahun ini semua kegiatan diadakan secara in person atau offline. Para pelari berdatangan dari berbagai kota dan provinsi, termasuk peserta dari Jepang dan beberapa negara lain, untuk menjajal kembali kemampuan mereka berlari trail di sini.

Para peserta terbagi dalam empat kategori 42K, 21K, 10K, dan 5K. “Kategori 10K dan 5K itu fun trail, kita siapkan untuk para pelari trail mula serta para teman-teman yang yang ingin icip-icip lari trail,” kata Race Director Unpad MTR 2022 Syafrita Aryana dari Idea Race Management.

Unpad MTR 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Palawa Indonesia, Palawa Indonesia, Universitas Padjadjaran, serta IKA Unpad ini juga menjadi rangkaian perayaan Lustrum XIII Unpad yang tahun ini berulang tahun ke-65.

Sejumlah peserta mengaku mendapat pengalaman yang berbeda dengan mengikuti Unpad MTR ini.  Trek Unpad MTR terkenal sangat lengkap dengan karakter lintasan yang beragam, tanjakan halus hingga muka ketemu dengkul, datar, hutan bambu hingga pinus dan sedikit jalan road. Tantangan pun menjadi beragam. Uniknya, panitia menyediakan menu katagori yang juga beragam. Mereka yang sudah terlatih bisa memilih kategori 42K atau 21K yang menuju puncak Manglayang. Sementara mereka yang baru memulai lari trail bisa memilih 10K atau 5K dengan rute perbukitan, ladang, embung, dan hutan di sekitar kampus.

Taufuqurahman peserta dari Wasabi Runners Tangsel mengatakan, “MTR trail (dengan WS) rasa road sih ini,” katanya. Taufik mengaku terkejut dengan keramahan para marshal yang menyambut di setiap WS.

“Ha.. ha kita disambut kayak tamu hotel aja, disambut ramah dan disemangati,” tambahnya.

Salah satu WS di Unpad MTR 2022. (Dok. Netfit.id)

Selain mendapat dukungan dari komunitas lari setempat – Rancaekek Runners, Manglayang Academia, Palawa Unpad, serta para mahasiswa Unpad – para peserta umumnya merasakan “ambience” masyarakat Pasundan yang terkenal dengan karakter “someah ka semah” alias ramah kepada tamu-tamu. Kelengkapan WS selalu mendapat apresiasi tersendiri dari para peserta Unpad MTR 2022.

Komentar serupa disampaikan banyak peserta lain. “Mantap WS-nya.., yel yelnya meningkatkan semangat 1000 persen  Terima kasih,buat panitia Manglayang, crew, official, team Marshal dan para pelari. Event Manglayang Trail Running memang mantap. Alhamdulillah, saya pribadi finish bahagia,” ujar Prabowo Sukendar, peserta kategori 42K

Marka yang jelas

Peserta WN Jepang Fuminori Kondo, dari Yamamoto Monas mengatakan, ia sangat merekomendasikan Unpad MTR menjadi race trail yang harus diikuti para pencinta lari trail Indonesia.

“Race-nya mantap, sama seperti tahun lalu. Marker mudah dilihat, GPX akurat. Selain itu, ada banyak marshal. Jadi saya bisa berkonsentrasi pada berlari tanpa berpikir terlalu banyak rutenya mana. Saya ingin berterima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan dan melaksanakan race yang perfect. Terima kasih banyak. Saya berharap untuk berpartisipasi dengan lebih banyak teman tim Yamamoto Monas tahun depan. UNPAD MTR adalah race yang sangat direkomendasikan. Bisa menikmati esensi dari trail running,” kata Fuminori, yang tahun ini menjadi Podium I kategori Master 42K.

Jalur Unpad MTR 2022 relatif sama dengan tahun lalu, yakni mengambil lintasan dari Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor ke arah Batu Beureum, melalui Bumi Perkemahan Kiara Payung.

Bilapun ada perbedaan, itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini setelah jalan tol Bandung – Sumedang dibuka dan terdapat exit gate pada area jalur lari. Penyesuaian relatif mudah, dan tidak akan membuat pelari terganggu pada jalurnya.

Hal yang istimewa lagi, tahun ini Unpad Manglayang Trail Running telah mendapat point ITRA sebanyak dua poin untuk kategori 42K dan satu poin untuk kategori 21K. Terkait upaya memenuhi ketentuan ITRA tersebut, sejumlah penyesuaian dilakukan, di antaranya mengurangi satu titik pos hidrasi pada kategori 42K dan 21K.

Unpad MTR berkonsep melestarikan alam dengan jargon “1 Pelari 1 Pohon”. (Dok. Netfit.id)

Satu Pelari Satu Pohon

Sebagaimana dicanangkan sejak awal, konsep kegiatan ini juga mengusung semangat menjaga lingkungan melalui penghijauan Kawasan. Unpad MTR menerapkan konsep melestarikan lingkungan hidup melalui kegiatan bertema “1 Pelari 1 Pohon” secara konsisten.

Kali ini akan ditanamkan 600 pohon pada kawasan hutan Gunung Manglayang, terutama di lereng-lereng yang menjadi sumber ekonomi penduduk setempat. Penduduk dan kelompok tani pun dilibatkan untuk memantau tumbuh kembang pohon-pohon tersebut.

“Kami memanfaatkan teknologi dengan mengembangkan aplikasi untuk ini,” ujar Juston Pangaribuan, Ketua Panitia Unpad MTR 2022. Adapun pohon yang ditanam dipilih beragam dengan jumlah terbanyak adalah pohon buah, sehingga diharapkan akan mendatangkan manfaat ekonomi secara langsung bagi penduduk. Beberapa jenis pohon buah di antaranya adalah avokad dan manggis.

Selain mendapat dukungan dari berbagai sponsor, Unpad MTR 2022 juga bekerja sama dengan Netfit.id untuk penyediaan foto kegiatan. Para peserta bisa mencari foto-fotonya di link yang tersedia di Netfit dengan hanya memasukan nomor BIB. Sistem akan secara otomatis menyediakan foto-foto dengan nomor BIB tersebut dari galeri Unpad Manglayang 2022 yang tersedia di Netif.id.

Juara dan Pemenang Unpad Manglayang Trail Running 2022 :
Kategori 5K Putra
Juara 1: Handi Wijaya (Waktu: 00:26:09)
Pemenang 2 : Asep Ridwan (00:30:15)
Pemenang 3 : Deni Setiawan (00:32:43)

Kategori 5K Putri
Juara 1 : Bekti Utami (Waktu : 00:37:03)
Pemenang 2 : Naellita Sanga Aprilia (00:42:06)
Pemenang 3 : Bilqis Putri Robbiyalloh (00:43:38)

Kategori 5K Master Putra
Juara 1: Arif Yunianto (Waktu : 00:31:29)

Kategori 5K Master Putri
Juara 1: Ilsa Savitri (Waktu : 00:51:01)

Kategori 10K Putra
Juara 1 : Febtri Putra Zega (Waktu : 00:39:43)
Pemenang 2 : Taufik Hidayat (00:40:19)
Pemenang 3 : Eduanri Lumban Raja (00:40:37)

Kategori 10K Putri
Juara 1 : Mutiara Ridzky Dennisa (Waktu : 00:52:53)
Pemenang 2 : Shintya Wulandary  (01:03:54)
Pemenang 3 : Grace Roida Uli SMS (01:08:14)

Kategori 10K Master Putra
Juara 1: Mulyana (Waktu : 00:43:48)

Kategori 10K Master Putri
Juara 1: Ane Andryani (Waktu : 01:05:55)

Kategori 21K Putra
Juara 1: Ujang Ahmad Saripudin (Waktu : 02:33:41)
Pemenang 2 : Kasmana (02:36:13)
Pemenang 3 : Kautsar Aldi Muharriqh (02:46:32)

Kategori 21K Putri
Juara 1 : Isania Tarigan (Waktu : 03:08:01)
Pemenang 2 : Afhni Noviana (03:53:18)
Pemenang 3 : Isna Nurakhiri (04:04:25)

Kategori 21K Master Putra
Juara 1 : Rudi Iskandar (Waktu : 03:23:06)

Kategori 21K Master Putri
Juara 1 : Riyanti Widyakasih (Waktu : 05:43:14)

Kategori 42K Putra
Juara 1: Sobari Herdiana (Waktu : 05:16:14)
Pemenang 2 : Sobiri  Haerudin (05:20:59)
Pemenang 3 : Alan Maulana (05:52:11)

Kategori 42K Putri
Juara 1: Ruth Theresia Hutajulu (Waktu : 06:59:18)
Pemenang 2 : Septiana Nia Swastika  (07:01:32)
Pemenang 3 : Elis Nurmalia  (08:59:38)

Kategori 42K Master Putra
Juara 1 : Fuminori Kondo (Waktu : 05:57:09)

Kategori 42K Master Putri
Juara 1 : Novita Wulandari (Waktu : 08:01:35)

Mat Dengkul

Menghidupi setiap gerak dan mensyukuri setiap jejak.

View all posts

Add comment

Komentar Kamu