pedalku.com – “Kalau dulu dari Kaltim naik mobil ke Kalsel akan terbangun begitu masuk Kalsel, sekarang sebaliknya, dari Kalsel naik mobil ke Kaltim, akan terbangun begitu masuk Kaltim karena jalannya rusak.” Begitu ujaran Sekda Tabalong ketika menyambut peserta JSBB di Kabupaten Tabalong.

Ya, memasuki Provinsi Kalimantan Timur jalanan yang dilalui rombongan banyak yang berlobang. Sudah begitu konturnya tak rata. Naik turun atau rolling.

Jalanan rolling lebih menguras tenaga dibandingkan jalanan yang menanjak panjang. Ini mirip dengan bermain futsal dan lari jarak jauh. Dalam futsal pergerakan dinamis antara bergerak dan berhenti. Begitu juga dengan rolling. Ketika jalanan menanjak kita harus mengeluarkan tenaga dan ketika turun kita bisa berhenti mengayuh. Sementara jalanan berlobang membuat kita harus lihai menjaga keseimbangan.

Alhasil, rombongan terpisah dalam beberapa kelompok. Bahkan sebagian peserta sudah ada yang menyerah dan memilih dievakuasi dengan menggunakan mobil. Karena kapasitas mobil evakuasi terbatas, maka terpaksa peserta evakuasi diantar sampai ke hotel. Mobil evak kemudian menjemput peserta yang lain.

Evakuasi dimulai di km 81, tak jauh dari lokasi perbatasan tempat rombongan melakukan makan siang.

(foto: tribunnews.com)

Jozlyn

Work hard, bike harder.

By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments